

Di usia yang tak lagi muda, para pebecak lansia di Kota Madiun tetap setia mengayuh roda kehidupan. Panas terik dan hujan deras telah mereka lewati selama puluhan tahun, demi keluarga yang mereka cintai. Becak bukan hanya alat mencari nafkah, tetapi bagian dari perjalanan hidup yang penuh perjuangan.

Sebanyak 200 unit becak listrik dari Bapak Prabowo yang disalurkan melalui Yayasan GSN kini hadir membawa harapan baru. Bantuan ini menjadi bentuk nyata kepedulian, sekaligus penghormatan atas dedikasi panjang para pebecak yang telah mengabdi di jalanan Kota Madiun.

Wakil Ketua Yayasan GSN, Ibu Nanik S. Deyang, menyampaikan bahwa bantuan ini diharapkan dapat benar-benar bermanfaat bagi para pebecak serta memberikan dampak positif untuk Kota Madiun. Ia berharap becak listrik ini mampu meringankan beban tenaga para lansia sehingga mereka tetap dapat bekerja dengan lebih nyaman dan aman. PLT. Wali Kota Madiun, Bapak Bagus Panuntun, juga menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Menurutnya, bantuan ini menjadi wujud sinergi dan kepedulian untuk masyarakat kecil yang telah lama menjadi bagian dari denyut nadi kota.

Salah satu penerima bantuan, Samadi, 90 tahun, yang telah menjadi pebecak sejak tahun 1957, tak kuasa menahan haru. Lebih dari enam dekade ia mengayuh becak di Kota Madiun. Ia menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam dan mengaku sangat terbantu dengan becak listrik ini karena tidak lagi menguras tenaga seperti sebelumnya. Kini, kayuhan panjang yang telah ia jalani sejak muda terasa lebih ringan. Bantuan ini bukan hanya tentang alat baru, tetapi tentang harapan yang terus menyala bahwa perjuangan mereka dihargai, dan masa tua pun tetap bisa dijalani dengan lebih bermartabat.
Penulis belum menulis tentang dirinya.